Suara Peradilan News: Fokus Peradilan
Tampilkan postingan dengan label Fokus Peradilan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fokus Peradilan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Oktober 2020

Managemen Perusahaan Kue Kaleng Nabati Datangi dan Berikan Santunan Korban Keracunan Makanan Kadaluarsa , Yang dibelinya di TOSERBA ASIA Dep Store

 

Photo :Pihak Managment PT Karina di kediaman korban

Garut, suaraperadilannews.com- Pihak management Perusahaan PT.Karina  kunjungi dan santuni korban keracunan  dikediamannya  (9/10 ) di Desa Maripari Kecamatan Sukawening, akibat  makanan kue kaleng Nabati  yang dibeli korban di TOSERBA ASIA Dept.Store Garut 

Dalam keterangannya Pihak Management PT.Karina  Ngadi  “Kami sengaja datang silaturahmi ke rumah korban untuk menjenguk dan melihat kondisi kesehatan korban, Ini bentuk empati kami kepada pihak korban dan memberikan bantuan uang kerohiman untuk keperluan korban berobat”.

Lanjut Ngadi”Mohon maaf kami baru bisa hadir kesini karena baru ada informasi permasalahan ini sehingga kami langsung terjun kelapangan saat ini, kami akan berkoordinasi dengan PMA ( Pinus Merah Abadi) sebagai distributor dan Pihak Asia sebagai penjual retail “.

Saat di pertanyakaan mekanisme jalur distribusi sampai pada konsumen oleh pihak media”Terkait permasalahan adanya barang kadaluarsa kami sudah terapkan SOP kepada distributor dalam hal ini PMA ( Pinus Merah Abadi) bahwa sebelum 30 hari barang  expire date akan ditarik atau dikembalikan untuk dilakukan pemusnahan , ungkap perwakilan dari Quality Control PT.Nabati menegaskan

Korban keracunan ( ES) “Kami haturkan terima kasih kepada management PT.Karina yang sudah berkenan hadir menjenguk dan membantu biaya pengobatan kami dan anak-anak yang menjadi korban”.

Lanjut Es “herannya malah Pihak Produsen yang datang duluan , sementara pihak penjual dalam hal ini Asia Dep Store , sampai detik ini belum ada itikad baik untuk menanyakan keadaan kami si korban”.

Dalam kesempatan berbeda keterangan Tim Pendamping Korban Solihin dirumah korban Bahwa persoalan ini sudah dibawa ke BPSK melalui laporan dan kesaksian Korban lainnya berinisial ( F ) yang juga merupakan anak korban kemarin(9/10) dengan menyertakan barang bukti , Jadi permasalahan ini akan terus kami kawal sampai selesai , Imbuhnya”.(Babang)

Minggu, 06 September 2020

KPU kabupaten serang melarang sejumlah wartawan masuk untuk liputan



Serang-Suaraperadilannews.com -Pendaftaran Bakal Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Serang telah dibuka mulai tanggal 04 hingga 06 September 2020.
Pasalnya agenda hari ini Sabtu tanggal 05 September 2020 Pasangan Calon petahana Bupati Dan Wakil Bupati Serang
Tatu - Pandji mendatangi KPU Kabupaten Serang untuk mendaftar namun sejumlah wartawan tidak diperbolehkan masuk.

Para wartawan hanya boleh meliput kegiatan di luar pagar sekretariat KPU. Pasalnya, hanya boleh 17 media saja yang boleh mengikuti tahapan pendaftaran Balon namun kami belum mendapat data sejumlah 17 orang wartawan tersebut.

Hal itu diketahui, pada saat wartawan hendak masuk ke KPU sambil menunjukan KTA Pers kepada petugas untuk meliput. Namun Pada saat ditunjukan id card atau KTA resm Pers kepada petugas tetap melarang untuk masuk kedalam KPU untuk meliput

Hal ini sangat disayangkan dan kecewa khususnya para wartawan yang akan meliput.
Padahal sejumlah Wartawan dari pagi telah mengikuti Liputan di Alun Alun Keramat Watu Kabupaten Serang dalam.acara Do'a bersama dan deklarasi paslon Tatu - Pandji.

pasalnya setelah selasai acara yang kemudian untuk mengikuti kembali untuk Liputan di kantor KPU Kabupaten Serang yang sudah diagendakan jam 13.00 WIB, namun nihil,
sehingga apa yang menjadi tugas seorang wartawan atau jurnalis tidak mendapatkan informasi apapun padahal sudah di atur didalam Undang undang pokok pers No.40 tahun 1999 Pasal 18 ayat (1), bahwa "Barang siapa dengan sengaja mengahalangi tugas wartawan akan dikenakan hukuman penjara selama 2 tahun atau denda sebesar Rp.500.000.000 (Lima Ratus Juta Rupiah)."

Petugas itu mengatakan, selain 17 media yang telah disepakati, tidak boleh masuk lagi. Padahal, para wartawan patuh menjalankan protokol kesehatan dengan mengenakan masker dan membawa hansanitezer.
"Nggak boleh masuk. Sudah dibatasi 17 media," ungkap petugas.

Ketika ditanya aturan yang jelas tentang pembatasan peliputan, petugas berdalih atas perintah atasan.

"Perintahnya begitu. Kami tahu media banyak, tapi ini atas perintah," terangnya.(red-TZ)

Sabtu, 05 September 2020

Silang Pendapat terkait dugaan penyelewengan dana PKH di Banjarwangi , siapa bersalah ??




Garut, Suaraperadilannews.com - Pendamping PKH Desa Talagasari   Jejen, buka suara terkait tuduhan salah satu aktivis banjarwangi yang terkesan menyudutkan dalam pemberitaan.

Dalam keterangannya  melalui sambungan telepon (06/09/2020) jejen menyampaikan  , "Kalo berbicara wilayah Banjarwangi kan sangat luas sedangkan garapan saya di desa Talagasari , selama ini berjalan tidak ada masalah , untuk pendistribusian kan menjadi kewajiban Agen , memang ada sedikit masalah dua minggu kebelakang  ada 3 orang KPM yang bermasalah terblokir dan itupun sudah diurus ".

"Terkait dengan undangan para aktivis yang meminta waktu mempertanyakan sebetulnya kami siap ada waktu , Ungkap Jejen".

Berbanding terbalik dengan Keterangan Pendamping PKH ,  Husni Aktivis yang menyoroti kecurangan PKH sampaikan (06/09/20200 "Kita mengkritisi berdasarkan Fakta bukan berdasarkan Asumsi , Bahkan kami memegang data Print Out dari Bank , ada salah satu data penerima yang tidak menerima sejak awal ".

Lanjut Husni " Kalau mau adu data nanti saja didepan APH bahwa kami bertindak sesuai Fakta dan data , Ungkapnya mengakhiri (Babang)***

Husni Aktivis Banjarwangi Ancam akan membawa persoalan kecurangan PKH dan BANSOS di wilayahnya Ke ranah Hukum


Garut, suaraperadilannews.com
Moch Husni M salah satu Aktivis   kecamatan Banjarwangi siap membongkar ratusan kasus dan kecurangan  dana PKH dan BANSOS  Pemerintah diwilayahnya.

dalam keterangannya kepada media melalui sambungan telepon (06/09/2020) Husni menyampaikan  , "Telah terjadi peraktek-praktek  kecurangan yang di lakukan oleh oknum pendamping PKH yang ada di kecamatan Banjarwangi Hampir setiap desa, Diantaranya desa Mulyajaya. Desa bojong. Desa Talaga sari.  Desa banjarwangi".

diakuinya "Yang lebih parahnya lagi ada KPM yang tidak tau dan tidak pernah memegang KKS dan tidak pernah mendapatkan sepeserpun bantuan PKH, padahal ia sering dan pernah ikut rapat Dan ia pun ada di dalam data base penerima PKH".

lanjut Husni "Ratusan Surat pernyataan dari para KPM dan surat kuasa kepadanya untuk di bantu dalam penyelesaian dan pendampingan  hak-haknya  Ataupun urusan lainnya, Dan saya pun akan membawa persoalan ini keranah HUKUM .Iapun menyesalkan  perlakuan pendamping PKH  Desa Talagasari yang terkesan mempermainkan pihaknya  mengakhiri ,ungkapnya  ".

Saat dilakukan konfirmasi Pendamping PKH yang berinisial J beberapa kali dihubungi melalui sambungan telepon tidak diangakt (6/9/2020)(BB)


Selasa, 01 September 2020

Derita sang ibu warga Kaloran kidul yang terkena penyakit tumor kista butuh perhatian khusus dari pemerintah



Serang Kota-Suara peradilannews.com- Seorang Ibu yang bernama Iyah Sunaiyah (66) warga Lingkungan Kaloran Kidul RT.03 RW.06 Kelurahan Lontar Baru Kecamatan Serang Kota Serang Provinsi Banten yang hidup bersama satu orang anak perempuan dan 3 orang cucu yang masih kecil kecil harus menanggung beban derita yang cukup memperihatinkan akibat penyakit yang di duga Tumor Kista di perutnya hingga kini makin hari makin membesar ibarat ibu Hamil 9 bulan. kemarin selasa, 01/09/2020

Kronologis Iyah Sunariyah saat ditemui oleh media, bahwa saat itu sehabis Lebaran tepatnya bulan Juli 2020 dikira penyakit lambung atau kembung biasa yang kemudian saya berobat di puskesmas singandaru Kelurahan Lontar Baru Kecamata Serang Kota Serang setelah diberi obat dan  dimunum setiap harinya hingga habis namun penyakit ini tidak kunjung sembuh bahkan tambah membesar, akhirnya berusaha berobat lagi dengan menggunakan BPJS kesehatan ke Puskesmas Singandaru lagi dan tidak ada yang mendampingi dari pihak manapun selain Vivi selaku anak perempuan namun setelah itu pihak puskesmas memeriksa dan diduga Kanker Tumor Kista dan ada banyak cairan didalam perutnya kemudian dibuat rujukan untuk berobat dirumah sakit serang namun setelah sampe dirumah sakit kemudian diberi rujukan lagi ke Rumah Sakit Hermina Ciruas kemudian diberi rujukan lagi ke RSCM jakarta setelah sesampainya di RSCM kemudian di layani dan di periksa yg kemudian di USG dan cek darah kemudian menunggu lagi namun sakit yg dirasakan tidak tahan.

beberapa hari kemudian berangkat lagi karena ke RSCM  jauh lalu ke puskesmas lagi kemudian dirujuk kembali ke Rumah Sakit Budi Asih Serang dari RS Budi Asih dirujuk lagi ke DKT lalu di Rujuk lagi ke Rumah Sakit Serang Drajat serang lalu di rujuk kembali ke RSCM jakarta sesampainya disana kemudian di periksa dan cek darah kembali kerena hasilnya belum diketahui karena sistem di komputer sedang.loading terus si pasien disarankan pulang dan di mohon kembali lagi bulan Oktober 2020 untuk pemeriksaan lebih lanjut dan dan akan dilakukan opersai.

Iyah Sunariah sambil meneteskan air mata berharap kalau bisa saya dirawat dan diopersi diserang saja karena disamping jauh cape bulak baliknya serta memakan biaya yang cukup besar dari ongkos, makan dan lain lain. pungkasnya sembari menteskan air mata.

Vivi selaku anak saat konfirmasi mengatakan,  kami orang gak mampu hanya pasrah dan memohon kepada pihak pihak terkait, baik kader, RT/RW, Kelurahan dan pihak Dinas terutama Dinas Kesehatan Agar ibu saya dapat dibantu karena bulak balik serang jakarta dan memakan biaya yang tidak sedikit untuk itu perawatan dan operasinya dimohon dirawat diserang saja.

Dan semoga penyakit ibu saya dapat diatasi oleh semua pihak terutama pemerintah kota serang, sehingga ibu saya diberi kesembuhan dan lebih lebih diberi umur panjang oleh Allah SWT.

informasi update yang didapat dari vivi menyampaikan, sekira jam 13.20 WIB ada ibu ida selaku kader dari kelurahan Lontar Kidul sudah menjenguk sembari menyampaikan dirinya menjenguk karena ada info di group WA nya tetkait ibu iyah Sunaiyah dan akan sampaikan digroup WA nya untuk ditindak lanjuti.(Tubagus Zakaria).

Diduga Kuat Kepala Desa Tambaksari Lakukan Manuver dan arahkan masyarakat untuk ikut serta menolak Izin Pesantren Ustadz Panji



Garut, Suaraperadilannews.com- Gabungan Ormas  Parade Tauhid  yang diketuai Aceng Wahid, Kritisi kebijakan kepala Desa Tambaksari Kecamatan Lewigoong Kabupaten Garut terkait diduga kuat lakukan penjegalan terhadap perijinan  Pesantren yang akan didirikan oleh Ustadz Panji.

dalam keterangannya, Ceng Wahid melalui sambungan Telepon (2/9)  "kami sangat meyesalkan terjadinya penolakan  pembangunan pesantren  jelas itu merampas hak warga negara, atas nama "PARADE TAUHID" yang terdiri dari beberapa ormas Islam, FUI, ASJAB, BRIGADE SANTRI , HISGAR, NAGASUKMA, LASKAR DABORIBO PAC BAYONGBONG, siap mendampingi ustadz Panji melawan kesewenag-wenangan ini". 

Lanjut Wahid, yang menjadi dasar penolakan masih belum jelas  yang tertuang dalam surat hasil Musyawarah Desa No.474/90/DS/VIII/2020 Dikeluarkan dan ditandatangani kepala Desa Tambaksari Dedi Mulyana dengan point sbb:  "1. kepala Desa Tambaksari berdasarkan hasil musyawarah bersama tokoh masyarakat khususnya masyarakat Kp Genteng tidak membutuhkan pengadaan madrasah baru karena sudah ada, 2. Saudara Ustadz Panji sudah pernah melakukan perbuatan meresahkan warga pada tahun 2012 dengan akan mendirikan PAUD padahal PAUD sudah ada". 

Sampai berita ini diturunkan media belum berhasil menemui  dan menghubungi kepala desa (BB).


Minggu, 23 Agustus 2020

IBU TUA RENTA 67 TAHUN KELUHKAN DIRINYA TAK DAPAT BANTUAN JENIS APAPUN ,

Dok : Super News


GARUT , Suaraperadilannews.com :Ibu Eem 67 Tahun adalah salah satu warga Yang Bertempat Tinggal Di Kp,Sukahaji Rt 01 Rw 04 Desa Sukahaji Kecamatan Sukawening Kab Garut Jawa Barat , Menuturkan Kekecewaan Nya Terhadap Aparat Lingkunganya ( Rt-Rw-Kades ) Karena Beberapa Kali Dipinta Poto Copy KTP Dan KK Untuk Mendapatkan Bantuan Atas Dampak COVID 19 Namun Sampai Saat Ini Tak Satupun Jenis Apapun Namanya Yang Diterima ( Bansos,Kemensos BLT DD )

Ma Eem Yang Sehari Berjualan Peucel ( Lotek ) Berjuang Untuk Bisa Menghidupi Diri Dan Suaminya Bp Ade Supiatin 72 Tahun , Saat Ini Dalam Kondisi Mempunyai Penyakit HERNIA Hal Ini Diterangkan Ketika Dikunjungi Awak Media  Minggu ( 23/8) Dengan Gamlangnya “ Sampai Saat Ini Tidak Pernah Mendapatkan Bantuan Apapun ,   Sehingga Sangat Wajar Menimbulkan Kecemburuan Sosial Yang Ditujukan Kepada Tetangganya Yang Punya Usaha Besar Dan Bermobil Tapi Masih Mendapat Bantuan Pungkasnya”. ( Endang Supardin )

Sabtu, 22 Agustus 2020

Paska di demo warganya satu bulan silam, Akhirnya Kepala desa cipaganti tandatangani surat pengunduran diri


Garut, Suara Peradilannews.com-Paska Didemo Forum  Masyarakat  Peduli Desa Cipaganti  17 juli silam , Akhirnya kepala Desa Cipaganti Cucu Sukartini menandatangani surat pengunduran dirinya (19/8), Surat  pengunduran dirinya diserahkan langsung kepada Camat  Cisurupan Odik Sodikin, S.Sos, M.Si , disaksikan langsung oleh  Forum Masyarakat Peduli Desa Cipaganti ,Muspika,BPD dan Staff , Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat ,Ibu-Ibu Penggerak PKK dan Pemuda Desa Cipaganti.

Salah satu Staff  BPD  Yunus membenarkan adanya pengunduran diri kepala Desa Cipaganti , melalui sambungan Whatsapp(23/8)  " Ya kepala desa sudah menandatangani surat pernyataan pengunduran dirinya pada kamis (20/8) langsung diserahkan kepada Camat Cisurupan secara legowo "

Saat disinggung soal  keamanan paska pengunduran diri kepala Desanya, Iyus menyampaikan " Alhamdulilah masyarakat masih tetap aman kondusif tidak ada gejolak apapun ".

terkait SK Pemberhentian sekaligus SK Plt.Kepala Desa iyus menyampaikan " Bahwa itu rencananya surat akan dibawa oleh pihak kecamatan Besok Hari senin ke  kabupaten selanjutnya kami menunggu siapa PLT nya .yang jelas masih dari PNS "  ungkapnya mengakhiri( BB / Endang supardin)***

Rabu, 19 Agustus 2020

REHABILITASI DUA RUANG KELAS SDN 02 SUKAHURIP CIGEDUG GARUT DAK,2019 TIDAK SELESAI

 

,Garut suara peradilan news : sarana pendidikan kembali tercoreng oleh ulah  bertanggung jawab ini terjadi di tahun 2019 SDN 03 SUKAHURIP yang beralamat di kp cilangkrong desa sukahurip kec cigeudug kab garut jabar yang mendapatkan program BANTUAN DAK 2019 dari pemkab garut untuk Rehabilitasi dua Ruang kelas senilai 141,000,000,- ( seratus empat puluh satu juta rupiah ) tapi kenyataanya bangunan yang direhab tersebut tidak selesai.


i sesuai waktu yang telah ditentukan dalam juklak hal ini ditemukan ketika awak media suara peradilan news mengunjungi lokasi sekolah yang pada tahun ini 2020 mendapatkan bantuan anggaran ASFIRMASI KEMENDIKBUD sebesar Rp,60,000,000,- ( enam puluh juta rupiah ) dan awak media menuju kantor sekolah dan diterima oleh KEPALA SEKOLAH SDN 03 SUKAHURIP Iim syaripah spdi, bersama stap guru dan KOMITE elan Suherlan pada hari selasa 18 agustus 2020 pukul 10,oo wib dengan wawancara konfirmasi mengenai tidak selesainya pelaksanaan Rehabilitasi ruang kelas dimaksud dan KS hanya  menerangkan bahwa " ketika sekolahnya mendapatkan bantuan DAK REHAB 2019 sebetulnya telah menyatakan menolak dengan alasan karena  anggaran yang didapatkan tersebut tidak akan mencukupi untuk merehab dua ruang kelasnya yang  kondisinya nyaris ambruk "

 Keterangan Kepala sekolajh "  karena dorongan kasie sarana/prasarana SD Disdik garut H,Makmun akhirnya program  dilaksanakan walaupun dalam keterpaksaan keterangan yang sama juga disampaikan Komite sekolah yang sudah menduga anggarannya akan terkatung katung dan siap memberikan keterangan dan penjelasan  dihadapan aparat berwenang,  pungkasnya". ( endang Supardin garut )

Minggu, 16 Agustus 2020

untuk perbaikan dan kemajuan media suara peradilan news : Pimpinan Umum kukuhkan Pimpinan redaksi yang baru

 


Garut, Suaraperadilannews.com- Rotasi Kepemimpinan sudah lajim dilakukan di setiap perusahaan media untuk menhindari kejenuhan dan perbaikan , begitupun media Suara Peradilan News telah mengukuhkan  Pimpinan Redaksi yang baru yang sebelumnya oleh TubausSutarsono , diganti Babang Hermawan oleh Pimpinan Umum Ms.Munir   Minggu ( 16/8/2020)dikediamannya.

acara yang digelar secara sederhana  Dihadiri oleh beberapa  perwakilan Banten dan Kabiro Lebak ,Kabiro Garut  ,Pimpinan Perusahaan, Wakil Pimpinan Redaksi , Wartawan juga beberapa calon wartawan yang segera  bergabung dengan media Suara peradilan news 

 pimpinan Umum  berpesan  " Setelah diserahkan tampuk Pimpinan Redaksi kepada babang hermawan, saya berharap bisa lebih maju , juga harus menjaga marwah media super news bisa bekerjasama dengan yang lainnya serta diperlukan ketegasan agar bekerja berdasarkan aturan yang sudah ditentukan dan disepakati bersama  ,juga bekerja dengan kode etik jurnalistik ,mengakhiri"

Pimpinan Redaksi yang baru  Babang dalam sambutannya  " terima kasih kepada pimpinan Umum dan rekan sekalian yang sudah memberikan kesempatan dan kepercayaan pada saya, ini adalah tugas dan tangung jawab yang besar , harapannya semua bisa bekerjasama dan lebih solid lagi " 

lanjut babang " Peran serta semua pihak tentu yang akan membawa perubahan yang positif kita harus merasa memiliki dan menjadi bagian dari keluarga besar suara peradilan news sehinga akan bekerja bersungguh-sungguh , mengakiri ". ( Red )

Rabu, 12 Agustus 2020

Sangat disayangkan Program PAMSIMAS tahap III diduga dikelola kepala Desa

Photo kedalaman Pondasi 

Lebak, Suara Peradilan News -Program PAMSIMAS tahun anggaran 2019/2020  dari PUPR dibeberapa desa banyak ditemukan ketidak sesuaian ,salasatunya didesa Cikatomas  hasil pantauan awak media  " KKM ( Ketua Kelompok Masyarakat)  hanya di jadikan tameng saja dan segala sesuatu di serahkan ke kepala desa ujar KKM ungkap  endin saat ditemui di kediamannya (10/8)".


Program pamsimas tahun anggaran 2020 di desa cikatomas yg diduga tidak sesuai dengan spek saat .dikonfirmasi ketua KKM  menjawab " bahwa kami cuma hanya sebatas KKM  dan kalau  ingin lebih mengetahui jelas silahkan konfirmasi ke kepala desa ujar endin selaku kkm".



saat dikonfirmasi oleh awak media Suara Peradilan News kepala Desa Cikatomas (10/8)  "  terkait galian pondasi lantai dasar cuma kedalaman kurang lebih satu meter ujarnya,  kamipun sudah mengetahui persis pembangunan pamsimas tersebut ungkapnya".(rudy )

Rabu, 05 Agustus 2020

Pernikahan dibawah umur , saat melahirkan tanpa bantuan Medis akhirnya meninggal Dunia

Photo : anak Alm( Risnawati )

Garut, Suara Peradilan News - Tanpa pertolongan dan bantuan MEDIS selang 10 Jam ibu melahirkan meninggal dunia, yang bernama Risnawati ( Alm ) usia 15 tahun melahirkan seorang bayi perempuan ,pada hari minggu tanggal 02 agustus 2020 jam 14.00 siang di Rumah nya sendiri , kp Cigangsa Rt 01 Rw 03 Desa  Situsari kecamatan ,Cisurupan Kabupaten  Garut , 

 Bayi perempuan mungil  selamat dengan berat badan 3 kg tinggi badan 30 cm, dari seorang suami yang bernama DARWIN ( 23 tahun ) sekarang bayi dalam keadaan sehat dan dirawat pihak Keluaga , ketika wartawan Super News melakukan kunjungan kerumah Duka .

 Saat dikonfirmasi Bidan Desa Situsari yang bernama Bidan Nia menerangkan " Bahwa tidak merasa dihubungi pihak keluarga untuk menolong persalinan , padahal Ibu Melahirkan tersebut ketika Kontrol selama Hamil selalu rutin memeriksakan kehamilannya di Posyandu dan tercatat di Kartu Hamil "

 Lanjut Bidan Nia " dan merasa terpukul ketika ada kabar dari warga bahwa Ibu melahirkan tersebut sudah meninggal dunia ,ditambah dengan keterangan dari Bidan Yusi dan mengutarakan bahwa selagi hamil usia 8 Bulan terakhir memeriksakan diri kepadanya ,terangnya mengakiri ".

 Bidan yusi salah satu BiKOR di Puskesmas Pakuwon menyampaikan bahwa " Tapsiran lahir berdasarkan hasil pemeriksaan saya pada tanggal 30 bulan juli 2020 , Setelah itu tidak memeriksakan diri kesinii ada informasi terakhir bahwa sudah meninggal ".

lanjut bidan Yusi menerangkan " Bahwa Masyarakat setempat lebih mempercayai pada dukun beranak ( Paraji ) ketimbang bidan desa dan tenaga medis ,mengakiri keteranganya ".

keterangan kepala Puskesmas Pakuwon,  Wahyudin diruang kerjanya (5/8 “ Membenarkan bahwa telah menerima laporan tentang kejadian yang menimpa ibu melahirkan warga Desa Situsari meninggal Dunia “

Kapus menambahkan “ Pihak Puskesmas telah memanggil Bidan Desa Situsari untuk dipintai keterangannya seputar kronologis ibu melahirkan tersebut, Diakui Bidan Desa menjelang akan melahirkan tidak merasa dihubungi oleh pihak keluarga”

Saat di singgung soal apa rencana dan antisifasi kedepan supaya tidak terjadi lagi angka kematian saat melahirkan ,Wahyudin “ kami sudah koordinasi dengan Pihak Desa, Kecamatan dan DINKES untuk memantau kelapangan sekaligus memberikan penyuluhan kepada masyarakat  agar ibu hamil bisa ditangani 100 % oleh medis “

 Hasil Pantauan Media bahwa Korban  saat melangsungkan pernikahan masih tergolong dibawah umur , diusia 13 Tahun dan suami berumur 20 tahun  dan tercacat di Buku Nikah di wilayah Kantor Urusan Agama kecamatan Cisurupan jelas tidak sesuai Syarat-syarat  perkawinan  termuat  dalam  Bab II pasal  6 dan 7 UU RI No 16 Tahun 2019 Tentang Perubahan  Atas UU No 1 Tahun 1974  Tentang  Perkawinan.:   ( Endang Supardin ).

Minggu, 02 Agustus 2020

Madrasah Ibtidaiyah (MI) Sambilandak Mancak Diduga Kuat Pungut Biaya Kelulusan dan Disinyalir menahan Ijazah


Serang, Super News- Terpantau oleh wartawan  media Suara peradilan News , Sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Sambilandak Mancak lakukan pungutan kepada orang tua siswa dengan no surat Edaran resmi  MI.05/SP-KM/02/2020 yang ditandatangani oleh kepala Sekolah Ibu Sutihat, S.Pdi .

tertuang dalam surat edaran bahwa pungutan ini untuk pengadaan dokumen, dan Photo, ,Photo bersama, Sampu; ijazah, Karya Wisata Ragunan dan Masjid Istiqlal dengan total rincian 450.000 

Saat diwawancara salah seorang wali murid kelas  VI  yang berinisial (S ) dikediamannya ( 3/7/2020) menyampaikan , pada ( / 2020 ) dikediamannya   Diakuinya  siswa di minta membayar infaq 100.000 per tahun , 25.000 untuk iuran Pagar sekolah , saat diulas mengenai Iuran kelulusan ya semua bayarnya 600,000 sama kaos dan infak sudah bayar , sehubungan dengan adanya wabah Korona , anak-anak tidak jadi berangkat karya wisatanya  masalah uang dikembalikan 200.000 ke orang tua siswa , sisanya katanya untuk membantu pengurusan pendaftaran di sekolah jenjang berikutnya " 

Lanjut ( S ) " sehubungan saya belum melunasi 150.000 lagi ke sekolah ijazah anak saya masih ditahan pihak sekolah " 

saat dikonfirmasi kepala sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Sambilandak Mancak " Saya maengakui kesalahannya dan berjanji akan mengembalikan sisa uang kepada semua wali murid" namun sampai berita ini diturunkan keterangan wali murid  yang berinisial ( S ) belum menerima sisa uangnya ( Welly Perwakilan Banten ).



Rabu, 29 Juli 2020

Kecewa Tidak dihadiri semua undangan , LSM RAGAB Ancam Lakukan Aksi auden pertanyakan kejelasan status Alm (Af) Yang dinyatan Covid tanpa data yang jelas


Garut, Super News- Auden Keluarga Pasien meninggal almarhun ( AF ) terkait Covid-19  warga Kampung Cimencek  Desa Mekarjaya Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Garut di ruang Komisi IV DPRD Kabupaten Garut Batal Dilaksanakan ( 29/07/2020).

Tidak dihadiri semua Undangan oleh Para Pihak dari Dinas Terkait , Perwakilan Keluarga memilih walk Out , Dalam Keterangannya Undang Herman Sebagai Perwakilan Keluarga menyampaikan " Kami memilih Walk Out , Karena Kami ajukan audensi ini dan sudah Layangkan surat jauh-jauh hari melalui DPRD Komisi IV , agar semua dinas terkait yang bertanggung jawab atas dinyatakan Alm.( AF ) Sebagai Kasus COVID-19 , tanpa didukung dengan data-data yang jelas disampaikan kepada keluarga " 

Lanajut Undang " Yang Hadir hari ini dari dinas Kesehatan, Rumah Sakit dr.Slamet , Tim Gugus Tugas Covid-19 , padahal kami mengundang Dinas Sosial, IDI Kabupaten Garut dan Klinik Cisanca sebagai tempat awal almarhum dirawat ".

 menurut Undang dari awal kami sudah sepakati dengan Ketua Komisi IV dari Fraksi Gerindra Bapak Ade Rizal , agar permasalahan bisa selesai dan pihak keluarga bisa mendengar yang sebenarnya apa yang terjadi dengan Alm.( AF) Hingga dinyatakan dan diberlakukan pemakaman dan SOP Covid-19 , masih Undang " Ini urusan Nyawa manusia karena parapihak tidak hadir maka kami nyatakan kami akan lakukan aksi auden dengan jumlah masa yang besar agar permasalahan ini ada titik terang ,ungkapnya mengakhiri .

Ketua Komisi IV Bapak Ade Rizal " Saya sampaikan terima kasih kepada teman-teman  dan keluarga yang sudah mengungkapkan semua permasalahan yang ada walaupun kedalaman substansi yang dipertanyakan tentu masih banyak yang belum dikemukakan" 

Lanjut Ade Rizal " Kami sebagai anggota Dewan tentu menjadi kepanjangan tangan keluarga Korban memfasilitasi agar permasalahan ini segera terselesaikan, adapun hari ini keluarga Walk Out itu menjadi Haknya keluarga imbuhnya " .

Dalam Keterangannya keluarga Almarhum " Kami merasa kecewa dengan adanya status Covid dan pemakaman COVID-19 yang belum jelas , Karena sampai hari ini belum ada pihak-pihak terkait datang dan menjelaskan perihal status itu, yang jadi tambah sakit hati bahwa diluar beredar kabar bahwa kami sudah menerima dana kerohiman sebesar 10 Juta dari Tim Covid untuk keluarga korban yang pada kenyataannya boro-boro " 

Lanjut Engkus " Yang kami permasalahkan bukan Uang tapi bagaimana kalau memang alm ( AF) bukan pasien COvid segera direhab nama baik keluarga karena sampai saat ini juga tidak ada yang namanya Swab Test Atau juga untuk kami ataupun lingkungan yang dianggap bersentuhan dengan Korban ,Ungkapnya ( BB).


Rabu, 22 Juli 2020

Angaran Desa (DD) Menjadi ladang Basah, Warga Keluhkan Hasil Pembangunan Fisik Rabat Beton Asal Jadi



Lebak, Super News- Pembanguna jalan rabat beton yang sudah mengelupas di Desa Jatake, kecamatan panggarangan menjadi sorotan publik,(22/07/2020).

"Pembangunan fisik dana desa,(DD) di desa jatake, Kecamatan Pangarangan, Kabupaten Lebak, di nilai asal jadi. Selain itu, dimana program yang dijalankan oleh kepemerintahan desa tidak mencantumkan papan informasi publik.

"Saat pemantauan awak media ke lokasi bahwa Pembangunan rabat beton yang sudah terkelupas dan ketebalan pun terlihat tipis, tersebut tidak sesuai sepek,
Saat tim awak media, menemui dan konfirmasi kepada pelaksana kegiatan TPK"Seperti yang dikatakan oleh "endang"selaku pelaksana kegiatan alasan,nya lupa membuat PPN tersebut.

"jika pembangunan fisik Rabat beton yang di angaran dari angaran dana desa tahun anggaran 2020 diduga asal jadi. Dan mengaburkan angaran pemerintah saja,fisik tersebut yang di angara 270.juta ungkanya' tidak sesuai yang di harapkan,apakah dijadikan lahan basah untuk kepentingan,?

Banyak sekali keluhan.pembangunan yang sedang berjalan tidak mengacu pada aturan pemerintah, Bahkan pihak penglola pun tidak mementingkan dampak kedepanya dengan adanya pembangunan infrastruktur yang sedang dijalankan baik dari kepemerintahan maupun desa.


"Dengan adanya kejadian ini, pihak DPMD yang berwenang bisa menangani dan bertindak tegas untuk benar-benar teliti terhadap realisasi hasil pembangunan dana desa. Karena tujuan dari pemberian dana desa adalah guna memberikan manfaat bagi masyarakat.
Juga kesejahteraan untuk Rakyat.

Padahal, dana yang digelontorkan pemerintah tidaklah sedikit, sampai diatas Rp1 miliar. Sementara hasil pembangunan yang didapatkan oleh masyarakat tidaklah berkualitas karena cepat rusak dalam tempo yang singkat.

"Kami berharap pemerintah bersikap tegas dan tidak tebang pilih. Supaya hasil pembangunan kedepan betul-betul bermanfaat bagi masyarakat," (Rudi,korwil)*

Pembangunan Irigasi P3A Di Desa cisuren Di Duga Asal Asalan



Lebak– Super News,Pembangunan saluran air (irigasi) yang dikerjakan oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Kusuma Tani diduga dikerjakan oleh kepala Desa Cisuren Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak,(2207/2020)"

Pantauan Suara Peradilan news.com, pekerjaan irigasi P3A yang seharusnya di kerjakan oleh perkumpulan klompok tani, ternyata di kelola oleh kepala desa dan sekertaris desa,Pemasangan dasar dinding irigasi juga terlihat dibariskan satu batu dengan cara berjejer tanpa ada pondasi baru di bawahnya dan pekerjaan tumpang tindih dengan pemasangan pondasi yang sudah pernah dikerjakan warga.

Saat di komfirmasi,carik ugi'melaui via washap'ungkapnya"dengan adaya rogram P3A yang ada di desa cisuren kecamatan Bayah tersebut di kelola oleh kepala desa, paparnya.
Dengan Adaya program tersebut P3A yang dikelola oleh kepala desa Cisuren,berarti jelas dengan adaya program ini tidak melibatkan kelompok Kusuma Tani,
                        
"Dalam rangka program percepatan P3A Jaringan irigasi,P3A itu harus di kerjakan oleh klompok tani, bukan oleh kepala desa karena  harus sesuai program teknis yang sudah di tetapkan di bidangnya maaing-masing dan  jangan sampai asal asalan.

"Saat awak media turun kelapangan mengenai pekerjaan ini ternyata benar, ditemukan beberapa hal yang tidak sesuai terkait tekhnis pekerjaan, seperti tumpang tindih bangunan yang sudah di bongkar pasang.
Terkait dengan adanya temuan titik koordinat:615,4827S10616,1205E tersebut,sesuai dengan No,perjanjian kerjasama:HK.02.03265PKS/PKK-OPSDA/2020,Dan nilai kontrak:195,000,000 angaran pembangunan P3A irigasi yang berada di desa cisuren kecamatan Bayah,
lanjut Ugi, pihaknya Adaya program pembangunan P3A sebagian ada yang di tambal sulam,paparnya"saat di komfirmasi Melaui via washap.

Dengan adanya kelompok P3A Kusuma Tani,selaku pelaksana kegiatan pembangunan saluran irigasi tersebut.klompok tani lah yang sudah di tunjuk,mengerjakan pembangunan tersebut,kalu betul kepala desa yang mengelola program P3A berarti tidak melibatkan kelompok,tani kusuma,selaku perkumpulan tani pemakai air itu sendiri.

“Dengan Adaya program P3A tersebut yang di kelola oleh kepala desa tidak seindah yang di harapkan,dan pekerjanya menjadi tumpang tindih dari bangunan lama yang sudah ada, di bongkar pasang dan tambal sulam.(Ja,)*

Minggu, 19 Juli 2020

Ratusan Sekolah Negri Di Kabupaten Lebak Belum Bersetifikat



Super News
LEBAK-Sebanyak 204 sekolah negeri tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Lebak hingga kini lahannya belum memiliki sertifikat. Pemkab Lebak menargetkan akhir Maret tahun 2020 seluruh lahan sekolah itu sudah bersertifikat.

”Seluruhnya 719 sekolah yang sudah diserahkan sertifikatnya oleh BPN sebanyak 258 sertifikat. Tinggal 204 lagi. Itu di luar 23 lahan sekolah yang masih diurus, karena berkaitan dengan instansi vertikal,” kata Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya kepada wartawan, Kamis (5/3/2020).

Ia mengatakan, hal itu terjadi karena dahulu pembangunannya disembarang tempat. Sehingga, tidak memikirkan status lahan tersebut, yang terpenting sarana pendidikan bisa terbangun.

”Karena dulu kan ngebangunnya di mana aja, enggak memikirkan itu lahan siapa yang penting sarana pendidikan bisa terbangun,” ujarnya.

Pemkab Lebak tahun ini fokus pada aset-aset pada bidang kesehatan. Ditargetkan, pada tahun 2021 aset bidang kesehatan milik Pemkab Lebak seluruhnya memiliki sertifikat.

”Tinggal 600-an lagi ya yang ada dicatatan di KIB (Kartu Inventaris Barang). Sekitar 1.500 lebih bisa selesai di 2021, itu harapan kita aset-aset kita sudah tercatat dan tersertifikat,” tutur Iti.

Sementara, Kepala Kantor Wilayah BPN Banten Andi Tenri Abeng mengatakan, pihaknya sudah merencanakan sertifikat 723 SD dan SMP.

”Yang tahap pertama sudah diserahkan 258 sertifikat. Sisanya 204 sertifikat mudah-mudahan selesai akhir Maret,” kata Andi. (JS,R)"

Kamis, 16 Juli 2020

Warga Miskin Asal Kp Grendeng Desa Tamansari Butuh Perhatian Progam Pemerintah

LEBAK-Super News,Warga asal kp,Grendeng sangatlah memperhatinkan dan belom tersentuh batuan sosial )(Bansos) atu program RTLH dari pemerintah.

"Pasalnya'salah satu rumah warga gerendeng ,RT 001/003 desa Tamansari kecamatan Banjarsari kabupaten Lebak yang belom menerima kejahtra dan tingal di rumah oangung yang sudah tidak layak huni.
Halimah salah satu warga yang tidak mendapat kan batuan sosial Bansos,tidak seberuntung yang lain,Halimah janda (60) tahun ini tingal di sebuah gubuk rumah panggung yang sederhana dengan keadan rumah yang sudah rapuh tiang rumah dan penyanga sudah tidak layak,bilik dinding yang sudah lama sudah mulai keropos nyampan dan sudah mulai berjatuhan,Kamis (16/7)20).

"Encep'selaku kasi pemdes desa Tamansari sat di konfirmasi oleh media melaui via selulernya,Encep menjelaskan,masih banyak warganya yang tingal di rumah gubuk yang sudah tidak layak huni.
Memang rumah yang satu ini tidak pernah di usulkan untuk mendapatkan batuan bedah rumah RTLH kepda pihak manapun.ungkapnya"

"Karna blom di usulkan bedah rumah,maka dengan ini saya berharap pemerintah PUPR dan donatur yang membaca berita ini dan tersentuh hatinya ingin membantu ibu,Halimah yang juga sudah sering sakit sakitan.
Lanjut'Encep"adapu program yang sudah berjalan dari pemerintah pemberdayaan yang sudah berjalan itu blom maksimal.

"Semoga pemerintah maupun donatur memperhatikan warga yang butuh di bantu karna saya tidak mengada-ngada warga ini benar-benar butuh bantuan dari pemerintah atau pun pejabat yang merasa belaskasihan kepada ibu Halimah,silahkan turun langsung dan lihat konsiainya,"ungkapnya"

Halumah"janda (60) tahun ini tidak seberuntung yang lain bertahun tahun ibu halimah menempati rumah yang sudah tidak layak huni.waktu bersama cucunya,nisaa Halimah berdua sama cucunya sekarang cucunya ikut bersama suaminya.

Saya berharap pemerintah agar bisa membantu ibu,Halimah dan memasukan dalam progran  RTLH dari pemerintah,karna saya haya ingin dapat bantuan bedah rumah dari pemerintah atupyn dari donatur"keluhanya sambil menaha rasa sakit.(T, Zakaria).



Rabu, 15 Juli 2020

Nus Kei Buka Suara soal Bagi Uang Tanah yang Jadi Konflik dengan John Kei



Jakarta, Super News  -Konflik pribadi antara John Refra alias John Kei dengan Agrapinus Rumatora alias Nus Kei memunculkan penyerangan brutal yang menewaskan satu orang. Konflik itu sendiri dipicu permasalahan pembagian uang hasil penjualan sebidang tanah di Ambon.

Dalam wawancara dengan Super News di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (23/6/2020), Nus Kei mengklaim permasalahan itu sudah selesai. Ia mengaku tanggungjawabnya dalam menguru stanah tersebut sudah selesai.

"Benar itu, apa yang disampaikan pakKapolda itu benar, tapi itu sudah clear, sudah selesai. Kalau sampai tingkat pembagian itu belum, tetapi kalau urusan yang di Ambon itu terkait rumah sakit, tanah itu  sudah selesai, clear itu. Tanggung jawab saya di situ sudah selesai," kata Nus Kei.

Menurut Nus Kei, tanah dimaksud adalah milik Yohanes Tisera alias Buke yang dipanggilnya 'Om'. Saat itu Fransiskus Refra alias Tito Kei, adik John Kei ikut membantu menangani masalah sengketa tanahitu.

"Terus karena meninggal, yang punya tanah itu namanya Om Buke (YohanesTisera) hubungi saya, yaudah saya undangke Jakarta, ketemu. Kami pertemuan, kemudian disepakati yasudah saya jalani. Tapi saya laporke John Kei waktumasih di (Lapas) Salemba. Jadi sebenarnya masalahnya sudah selesai, ketidaksabaran John Kei saja akhirnya terjadi dua harilaluitu," katanya.(Red)


Rp 977 jutaKPK SetorkeKas Negara TerkaitPerkaraWali Kota Pasuruan