head > Wisuda Tahfidz di Pondok Pesantren Utsman Bin Affan (Narkolema Mengancam Generasi Bangsa)

Wisuda Tahfidz di Pondok Pesantren Utsman Bin Affan (Narkolema Mengancam Generasi Bangsa)

author

Mizwan Ainul Yakin

Share Post

Santriwati Penghapal Al-Qur'an Bersama Orang Tua

Bandung, Suara Peradilan. Pondok Pesantren Utsman Bin Affan Bandung mewisuda 55 santri tahfidz Al-Aqur'an periode ke 2  sekaligus menutup kegiatan pembelajaran semester 1 tahun ajaran 2021/2022.  Selain Hafidz Al-Qur'an di Ponpes Uba ini pun mewisuda santri life skils yang sudah lolos tahapan ujian praktek kecakapan dasar skil santri tahapan mahir (18/12/2021). Life skils yang di ajarkan di Pondok pesantren ini di antaranya : Tata Boga, Tata Busana, Kimia Industri, Fotografi, Literasi dan Berkebun. 


Adapun syarat santri bisa diwisuda sebagai hafidz Qur'an minimal sudah hafidz 1 juz dan mutkim, berikut nama-nama santri yang di wisuda ; Palqi Wijdani, Dela Salsabila, Fitri Nurmala Sani, Robby, Irna Nuraini, Agnia Salsabila, Didkdik Firmansyah, Siti Nabilatul Zahro Salsabila, Jasmin Fahima Aulia, Lasyarikala, Akbar, Nadzira Syafa Aulia, Haura Nishrina Shaba, Aji Rohmatullah, M Ghazy Al-Ghifari, Ahmad Fajar Maulana, Rivaldi, Alya Nurul Aulia, Zahra, Az-Zahra Lutfi Fauziah, Fadya Zahira Shofa, Naza Himayatul Amali, Salma, Salsa, Wafi Wafiroh, Fauzan, M Ramdan, M Ribhan, Dina, Shani, Azmi, Delia, Luna, Rahma, Akhsan, Inqiadussalfa, Maudi, Vina, Andara, Fauziah Latif, Siti Anisa, Muhamad Abdillah, M Fadzri, Raffi Akmalul Yakin, Imam Taopik, Muhammad Ridho Hakiem, Tiya, Muthia, Dzalfa, Najwa, Syifa, Rajwa Ibrahim, Riyadur Rizqia Al-Irsyad, Salma Fatima Aylia, Daffa Diyauh Haq, Nabil Nurul Mujahid.


Santri Ikhwan Penghapal Al-Qur'an Ponpes Utsman Bin Affan

Sementara itu, dalam sesi parenting Ustadzah Siti Sopiah., S.Sn memaparkan tentang bahaya Narkotika Lewat Mata (Narkolema):

"Narkolema adalah sebuah candu yang menyerang bawah sadar serta memiliki tingkat ketergantungan yang cukup tinggi dengan sasaran target adalah generasi muda yang secara demografi beberapa tahun yang akan datang Indonesia akan mengalami bonus demografi, yaitu suatu kondisi di mana masyarakat akan diisi oleh usia-usia produktif."


Candu tersebut ada pada genggaman hanya dengan menggerakan ujung jari, mata dan fikiran bisa berselancar dengan bebas mengarungi luasnya alam digital semuanya sudah disiapkan untuk menyerang para generasi masa yang akan datang. maka solusi untuk melawan upaya penghancuran moral anak-anak remaja maupun dewasa ini menuntut peran aktif orang tua dalam mengedukasi, memproteksi dan mengawasi anak-anaknya saat berselancar di dunia maya.


   Pimpinan Ponpes bersama santriwati Hafidz Al-Qur'an

"Perlawanan yang begitu kontras di satu sisi kami mendidik anak-anak agar hafidz Al-Qur'an tapi di sisi lain anak-anak kita diserang dengan banyaknya suguhan Narkolema yang akan merusak keimanan, akhlak, moral dan kecerdasan generasi Islam. Hal ini, memerlukan kerjasama yang kuat antara pihak pondok dan para orang tua santri satu sama lain harus saling menguatkan dalam penanaman mentalitas, aqidah dan akhlak pada anak-anak kita" ungkap Ust. David Arianto., ST. Kepala Sekolah SMA Utsman Bin Affan.


Kalau memperhatikan mental spiritual dan skil santri di ponpes ini, sungguh luar biasa di luar ekspektasi kalaulah pesantren yang baru berdiri 4 tahun sudah mampu berkiprah untuk mencetak generasi bangsa yang akan mengisi peradaban di masanya dengan mental dan berbagai keahlian yang mumpuni sebagai bekal dakwah di masa yang akan datang dengan memiliki jiwa yang berdisiplin, memiliki keberanian (mental membaja), keimanan yang kuat, senantiasa bekerja keras dan memiliki kemampuan dalam berbagai keahlian (kuat ilmunya kuat fisiknya). (Azka)