head > Terkait Isue Miring maraknya kejadian yang mencoreng serta menodai Lembaga Sosial dan Pesantren , FKL-PYD Provinsi Jawa Barat nyatakan dengan Tegas itu hanyalah Oknum

Terkait Isue Miring maraknya kejadian yang mencoreng serta menodai Lembaga Sosial dan Pesantren , FKL-PYD Provinsi Jawa Barat nyatakan dengan Tegas itu hanyalah Oknum

author

suara peradilan news

Share Post

 

Konfrensi Pers : Forum Komunikasi Lembaga Peduli Yatim dan Dhuafa FKL-PYD  Provinsi Jawa Barat

Bandung, suaraperadilannews.com- Forum Komunikasi Lembaga Peduli Yatim dan Dhuafa FKL-PYD  Provinsi Jawa Barat adakan konfrensi Pers (30/12) Pondok Pesantren Al-Kasyaf Kp.Sukamaju RT 04 RW 10 Desa Cimekar Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung, menanggapi maraknya kejadian yang mencoreng dan menodai Lembaga Lembaga Sosial dan Pesantren akhir-akhir ini terkait penyalahgunaan kotak amal dan Perbuatan asusila sehingga berdampak dan membentuk Preseden Buruk di masyarakat.

Dihadiri oleh  semua  pengurus forum yayasan beserta  perwakilan pengurus  dari beberapa  wilayah dan unsur Forkopimcam Cileunyi 

Ketua Forum Komunikasi Lembaga Peduli Yatim dan Dhuafa FKL-PYD  Provinsi Jawa Barat DR Geovani Van Rega sekaligus sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Al-Kasyaf 

“ Setelah mencermati permasalahan yang sedang terjadi  kami putuskan untuk mengambil sikap  bermusyawarah dengan 126 Yayasan yang tergabung dan tersebar dibeberapa wilayah Jawa Barat  Garut, Bandung , Cianjur, yang  miris melihat kondisi seperti sekarang ini dan kami tegaskan ini hanyalah oknum Pengelola Yayasan dan Pesantren “.

Melalui sekretaris Forum Komunikasi Lembaga Peduli Yatim dan Dhuafa FKL-PYD  Provinsi Jawa Barat – Encep Yuyus, S.Sos, M,Pd membacakan pernyataan sikap Lembaganya :

Mencermati pemberitaan media sosial yang muncul belakangan ini, yang berkaitan dengan oknum yang menyalahgunakan kotak amal, oknum yang berbuat asusila terhadap santri, oknum yang menyalahgunakan perilaku sedekah, maka kami dari FKL-PYD menyatakan bahwa: 

1.Kejadian-kejadian yang berkaitan dengan permasalahan di atas, adalah permasalahan oknum yang menyalahgunakan institusi pesantren, lembaga kesejahteraan sosial, rumah tahfidz, lembaga amil zakat, dan jangan sampai dikaitkan dengan institusinya, melainkan itu adalah mutlak penyalahgunaan oknumnya. 

2.Agar media membantu permasalahan diatas merupakan ulah oknum yang tidak Amanah dan patut dihukum seadil adilnya, sementara disisi lain justru adanya lembaga lembaga sosial baik dari pesantren yatim, LKS, rumah Tahfidz, Panti Yatim Piatu, LAZ, UPZ, justru sangat membantu urusan pemerintah dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan Amanah UUD 45. 

3.Bahwa pemberitaan-pemberitaan yang gencar di media, telah menyebabkan menurunnya antusiasme masyarakat untuk membantu sesama. Penurunan donasi ke lembaga itu turun sebesar 50-70%, sehingga berdampak pada 16.000 anak yatim, anak dhuafa, kaum miskin, binaan terutama yang berada dalam ruang lingkup 126 lembaga sosial di jawa barat. 

4.Agar media memberikan informasi berimbang, sehingga tidak menciptakan trauma di masyarakat untuk melakukan aktifitas sosialnya seperti zakat, infak dan sedekah ataupun kebaikan lainnya pada masyarakat dhuafa, karena hal itu merupakan bagian dari tanggungjawab sosial sesuai dengan tuntunan agama dan sesuai dengan falsafah bangsa Indonesia yaitu Pancasila. 

5.Agar media membantu memberikan solusi cerdas dan tuntunan yang tepat dalam berdonasi untuk membantu permasalahan-permasalahan sosial yang merupakan bagian daripada tugas negara, 

6.Marilah kita semua senantiasa berbuat baik untuk sesama terutama berbuat baik untuk kaum yatim, kaum dhuafa, kaum miskin, kaum fakir yang merupakan hakikat daripada kemanusiaan kita, dimana manusia yang terbaik adalah manusia yang bermanfaat bagi sesamanya.

Saat disinggung upaya yang dilakukan Forum yayasan menghadapi minimnya anggaran yang diakibatkan berkurangnya kepercayaan terhadap yayasan sosial dan Pesantren,  Pengasuh Pondok Pensantren Al Purqon Kabupaten Bandung  Ustadz Deni Rochendi tetap mempunya optimisme bisa mengurus anak asuhnya dan mendampingi pola pendidikannya walau dalam segala keterbatasan  “ Kami intensifkan koordinasi dengan yayasan-yasan yang tergabung dalam Forum untuk bisa saling membantu guna terpenuhinya hak anak , Juga kami berupaya menumbuh kembangkan masing masing lembaga mulai membangun usaha usaha produktif dengan mengembangkan produk  produk unggulan sebagai upaya mendongkrak pembiayaan walau ini sifatnya jangka panjang , Ungkapnya”. (Red)*