> PT. Adnis Perusahan Berproduksi Tambang Pasir, Diduga Limbah Perusahan Sudah Mencemari Sungai Lingkungan pemukiman Warga Setempat

PT. Adnis Perusahan Berproduksi Tambang Pasir, Diduga Limbah Perusahan Sudah Mencemari Sungai Lingkungan pemukiman Warga Setempat

author

Suara peradilan news

Share Post

Suara Peradilan News.com


Lebak -Salah satu PT. perusahaan tambang pasir di jalan raya bayah malinping, tepatnya di desa panyaungan kecamatan cihara, di duga perusahaan tersebut sudah merugigan tata kelola lingkungan hidup yang mencemari sungai lingkungan masyarakat di pemukiman warga desa panyaungan dan desa situregen.(14/1021).


Dengan adaya produksi tambng pasir, limbah tersebut sangat dangkal dan menggenangi sungai di hawatirkan di saat musim hujan limbah dan air pasang, pasti air tersebut akan menggenangi lingkungan masyarakat di dua desa.



"Ketika di datangi oleh awak media ke perusahaan, tambng pasir, mau konpirmasi terkait limbah yang sudah mencemari sungai tersebut. "ifan. selaku kepercayaan dari pihak perusahaan sekaligus pemilik perusahaan tersebut. ketika di konpirmasi bahwa pihak perusahaan sudah membeeikan kompensasi terhadap masyarakat yang tercenari dampak limbah oleh pihak perusahaan, kami sudah semaksimal memberikan kompensasi ujar, "irfan selaku pemilik perusahaan tersebut.


Lalu pihak media mendatangi ke pihak dinas LH- lingkungan hidup, untuk mempertanyakan kegiatan produksi tambng pasir yang ada di daerah panyaungan kec, Cihara.


"Dasep novian,, selaku Kabid bidang kepengawasan lingkungan hidup bahwa pihak dinas sudah memberikan peringatan SP, beberapa kali ke pihak perusahaan. dan kami akan melakukan tindakan yang terakhir kali kalu masih beroperasi dan melalaikan SP (Surat peringatan), maka kami akan melakukan tindakan tegas lagi, sekaligus saya akan kordinasi dengan pihak satpol PP "tegas Kabid.


Dan sangat di sayangkan sampai saat ini tidak ada tindakan tegas dari pihak dinas tersebut. soal kegiatan perusahan tambng pasir, klu di undur- undur semakin lama, semkain pencemaran limbah tersebut akan menutupi aliran sungai.



Kepada dinas LH- bila mana tidak ada, tindak lanjutnya jangan sampai melakukan pembiaran dan berdiam diri, soalnya ini sudah mengganggu ke lingkungan atau ke pemukiman warga setempat, akhirnya masyarakatnya yang menjadi korban, (Rud/Sahran/Tim).