> Miris Bantuan Untuk Poktan di Duga di Sunat Berjamaah di Desa Tegalgeude Pakenjeng Garut

Miris Bantuan Untuk Poktan di Duga di Sunat Berjamaah di Desa Tegalgeude Pakenjeng Garut

author

suaraperadilannews.com

Share Post

Garut Suara Peradilan News


Dugaan penyelewengan bantuan dari Dinas Pertanian untuk kelompok Tani seperti  Benih Jagung, Pupuk, dan uang 'Honor Ongkos Kerja (HOK)' terjadi di Desa Tegalgede kecamatan pakenjeng kabupaten Garut

Diduga, salah satu yang menjadi oknumnya adalah Ketua kelompoknya sendiri yakni "S" Ketua kelompok tani ''Permata Harapan''.

Sabtu (9/9/21), Menurut sumber yang enggan disebutkan ldentitasnya yakni, anggota dari kelompok tani 'Permata Harapan' mengatakan, Inisial "S" tersebut diduga menilap bantuan dari Dinas Pertanian tersebut, dalam hal uang HOK, yang semestinya setiap orangnya dari kelompok tani itu mendapatkan Rp.400 rb/1.ha luas tanah, ini hanya mendapatkan Rp.177 rb, sisa yang Rp.223 rb'nya dikemanakan, terus bagaimana dengan petani yang luas tanahnya hingga 2-3 ha, ditambah anggota kelompok taninya yang berjumlah 31 orang, berapa jumlah uang yang di tilap? 


Belum lagi dari benih jagung yang seharusnya mendapatkan 15 Kg/1. ha tanah, ini hanya mendapatkan 10,Kg. Begitu juga dengan pupuk dari 1 ha tanah yang mestinya mendapatkan 2 Kw/1.ha, ini hanya mendapatkan1.1/2.Kw, Kalau dihitung berapa Kg dan berapa Kw yang tidak disalurkan, ungkap anggota poktan tersebut yang terekam suara oleh awak media, ketika di konfirmasi.

"S" juga diduga banyak memanipulasi data seperti halnya ada nama nama anggota di kelompok pertanian yang lain seperti terdapat data ganda.

Selain sebagai pelaku usaha juga anggota dari sebuah kelompok tani, Dari semua penyaluran bantuan, dirasakan ada kejanggalan, dan kalaulah ini di biarkan mungkin penyakit korupsi ini tidak akan sirna, sekaligus minta Aparat penegak hukum ( APH ) segera mengungkapnya.

Selanjutnya awak media melakukan klarifikasi kekantor UPTD Pertanian Kec. Pakenjeng, disana kami bertemu dengan kepala UPTD yang bernama Dudung, dalam keteranganya Dudung selaku Kepala UPTD menerangkan, Bahwa keterkaitan tentang pendistribusian dilapangan  saya tidak tahu menahu soal teknis dan mekanismenya, Juga mengenai uang HOK, Ketua dan anggota kelompoklah yang tahu, pungkasnya.


(Endang.S / Tim)