> Melalui Kusa Hukumnya Hak Jawab dilayangkan SMK BIDARAMUKTI Atas Pemberitaan SMK BIDARA MUKTI Garut di Duga Tahan IJASAH karena *HESTI* Masih ada Tunggakan 500 Ribu Rupiah.

Melalui Kusa Hukumnya Hak Jawab dilayangkan SMK BIDARAMUKTI Atas Pemberitaan SMK BIDARA MUKTI Garut di Duga Tahan IJASAH karena *HESTI* Masih ada Tunggakan 500 Ribu Rupiah.

author

suara peradilan news

Share Post
Dok: Super News

Garut,suaraperadilannews.com - Melalui Email dan Surat yang dilayangkan ke Redaksi , Kuasa Hukum SMK BIDARAMUKTI  FSR Associates   (14/10/2021 ) yang beralamat di Jl Aster II Bumi Proklamasi No.19  Desa Jayaraga Kabupaten Garut , Permohonan  untuk Hak Jawab atas pemberitaan yang Berjudul ( Pemberitaan SMK BIDARA MUKTI Garut di Duga Tahan IJAZAH karena  *HESTI* Masih ada Tunggakan 500 Ribu Rupiah.) pada edisi (12/10/2021).

Walid Nazarudin, Selaku kepala sekolah    SMK BIDARAMUKTI Garut , yang bertindak untuk dan atas nama kepentingan SMK BIDARAMUKTI Garut, Umur 38 Tahun pekerjaan kepala sekolah yang beralamat : JL Raya Cibatu -Garut Desa Suka Haji Kecamatan Sukawening , Kabupaten Garut menyampaikan hal-hal sebagai berikut : 

1) Bahwa pada selasa, Tanggal 12 Oktober 2021 Suaraperadilan News menyajikan berita dengan judul "SMK BIDARA MUKTI Garut di Duga Tahan IJASAH karena  *HESTI* Masih ada Tunggakan 500 Ribu Rupiah.Kami tegaskan pemberitaan tersebut tidak benar  Pemberitaan Suara Peradilan News Pada alinea V  yang menerangkan "Selanjutnya sudah berulang kali pihak orang tua Desti datang ke sekolah untuk memohon di berikan IJASAH anaknya, namun jawaban dari pihak sekolah tetap harus ada pelunasan tunggakan yang berdasarkan catatan sisa tunggakan hesti  tinggal 500 ribu rupiah lagi.".mengandung kebohongan , Karena Faktanya pihak orang tua Hesti tidak pernah datang sekalipun ke sekolah untuk memohon diberikan izajah anaknya , Hal tersebut diperkuat dengan pernyataan yang dibuat orang tua Hesti dalam hal ini ibu kandung Hesti yang bernama Nining S tertanggal (13/10/2021 )dan ditandatangani, Yang pada intinya menerangkan pihak orang tua Hesti tidak pernah datang kesekolah untuk memohon diberikan ijazah anaknya ( photo Copy ) dan dokumntasi saat orang tua hesti dalam hal ini ibu kandung Hesti yang bernama Nining S membuat pernyataan terlampir ) dan adapun seandainya orang tua hesti datang kesekolah untuk memohon diberikan ijazah anaknya , Pihak sekolahpun akan memberikan ijazah tersebut, Karena ijazah tersebut memang merupakan Hak dari siswi yang bernama Hesti yang merupakan lulusan SMK BIDARA MUKTI adapun terkait tunggakan yang sebenarnya bukanlah 500.000 ,- ( limaratus ribu rupiah ) melainkan Rp. 2.050.000 ( dua juta lima puluh ribu rupiah ) ( Photo Copy terlapir ), Akan tetapi hal tersebut bukanlah penghalang pihak sekolah untuk memberikan ijazah tersebut seandainya orang tua Hesti memohon diberikan Ijazah anaknya dan setelah Hesti melakukan Cap jari , Karena pihak sekolah akan memberikan kebijakan-kebijakan yang bisa disepakati dengan Orang tua Hesti .

Menurut  Wartawan , Endang Supardin Memang Benar bahwa bukan ibu kandung tapi berdasarkan keterangan Yeni yang mengaku sebagai keluarganya dikediammnya ( 11/10/2021 ) bahwa nining mengeluh terhadap Yeni " Bi  saha atuh anu bisa nulungan budak teh hayang gawe, Pang merjuangkeun supaya ijazahna katarima "menurut keterangan Yeni dan bisa di konfrontir orang tersebut , Hal ini dibuktikan dengan Nining ( orang Tua Hesti ) memberikan 2 Buah Kwitansi pembayaran dan  sisa tunggakan  kepada Yeni , Yang selanjutnya kwitansi Asli diberikan kepada saya  oleh Yeni dirumah Yeni ungkap Endang Supardin .





2) .Bahwa terkait pemberitaan suara peradilan news pada alinea 6 ( Enam) yang menerangkan "Dengan tangan hampa dan terlihat anaknya mengeluh dan nyaris patah semangat ketika IJASAH kebanggaanya yang akan di pakai melamar pekerjaan belum berhasil keterima sampai saat ini, ungkap hesti sedih berlinang air mata kepada Awak media ( suara peradilan news dan Tim ) 12/10/21, saat di wawancara di rumahnya kawasan kp Cipanas Kiara desa Sukahaji sukawening garut.", Merupakan kebohongan juga , Karena faktanya awak media suara peradilan news dan Tim tidak pernah melakukan wawancara kepada Hesti maupun kepada orang tua Hesti, Hal tersebut sebagaimana keterangan Nining .yang merupakan ibu kandung Hesti yang dituangkan dalam sebuah pernyataan tertanggal 13 Oktober 2021 dan ditandatangani ( Photo Copy Terlampir ).

Menurut Endang Supardin wartawan suara peradilan news" saya berada dirumah orang tuanya Hesti dan hestinya ada ,dan disaksikan keluarga lainya Yeni dan Dedi dan bisa saya buktikan dengan cuplikan rekaman suara (11/10/2021 ), Terkait pernyataan Nining yang ditulis tertanggal 13 Oktober 2021 itu adalah Hak orang tua yang ditandatangani Nining Setelah ada Pemberitaan  12/10/2021 , Menurut Endang supardin dikediammnya ( 16/10/2021 ).


3) Bahwa terkait pemberitaan Suara Peradilan News pada alinea 7 ( Tujuh ) yang menerangkan "namun pada saat itu kepala sekolah sedang ada Rapat, itupun entah benar atau bohong karena yang menyampaikannya stap pengajar, selang beberapa lama akhirnya kami di terima oleh Andi   seorang stap pengajar dan dalam struktural sekolah sebagai ( bid.kesiswaan )", Hal tersebut merupakan sebuah prasangka yang salah dengan mengatakan "itupun entah benar atau bohong" Dan tidak seharusnya dilakukan oleh awak media dengan berprasangka salah seakan akan tidak berimbang dalam menyajikan sebuah pemberitaan, Karena pada saat itu kepala sekolah memang benar sedang mengadakan rapat , Dan sebagai pemberitahuan pak andi dalam struktural sekolah menjabat dibidang sarpas bukan sebagai bidang kesiswaan seperti yang diberitakan suara peradilan news 


Endang Supardin " Memang diakui itu statment saya , Karena inginnya langsung bertemu dengan kepala sekolah sebagai  penentu kebijakan ".


4) Bahwa terkait pemberitaan suara peradilan news pada alinea 8 ( delapan ) yang menerangkan "akhirnya awak mediapun mewancarainya dengan tetap mengedepankan kode etik jurnalis serta ijin memasang perangkat perekam suara"merupakan sebuah kebohongan , Karena faktanya awak media suara peradilan news dalam memasang perangkat perekam suara tidak meminta izin terlebih dahulu , Lebih jauhnya lagi awak media suara peradilan news dalam menampilkan photo dua pengajar SMK BIDARA MUKTI Garut dalam halaman pemberitannya tidak meminta izin terlebih dahulu 


Endang Supardin " Untuk wawancara dengan orang pertama yang bernama Andi sudah izin rekam sampaikan pertanyaan terkait dugaan penahanan ijazah , Namun Andi tidak menjelaskan substansi jawaban  karena diakuinya bukan kewenanganya" , dan Andi izin untuk menghubungi saudara Iqbal untuk menjelaskan , Saya mint izin dulu rekam sebelum wawancara namun Iqbal menerangkan " Ngobrol heula we kang " akhirnya tidak dilakukan perekaman , Terkait Photo Andi dan Ibal pun meminta izin terlebih dahulu yang ditandai dengan anggukan Iqbal dan Andi ".



5) Bahwa terkait pemberitaan suara peradilan news aline 9 ( sembilan ) yang menerangkan "SMK BIDARA MUKTI tidak akan mengeluarkan IJASAH atas nama HESTI dengan tunggakan sisa sebanyak 500 ribu rupiah lagi, kecuali membayar 200 ribu aja, dan Sisanya tetap menjadi hutang.", Juga merupakan sebuah kebohongan , Karena seperti yang sudah dijelaskan diatas, Seandainya orang tua Hesti datang kesekolah untuk memohon diberikan ijazah anaknya , Pihak sekolahpun akan memberikan ijazah tersebut , Karena ijazah tersebut memang merupakan hak dari siswi yang bernama Hesti yang merupakan lulusan SMK BIDARA MUKTI , Adapun terkait tunggakan yang sebenarnya bukanlah RP.500.000 ( Lima ribu rupiah ) melainkan Rp.2050.000 ( dua juta lima puluh ribu rupiah ) photo Copy terlampir, Akan tetapi hal tersebut bukanlah penghalang sekolah untuk memberikan ijazah tersebut , Seandainya orang tua Hesti memohon diberikan ijazah anaknya dan setelah hesti melakukan cap jari , Karena pihak sekolah akan memberikan kebijakan kebijakan yang disepakati dengan orang tua Hesti, Lebih jauhnya lagi pihak sekolah tidak pernah memberikan pernyataan "tidak akan mengeluarkan Ijazah  atas nama HESTI dengan tunggakan sisa sebanyak 500 ribu rupiah lagi, kecuali membayar 200 ribu aja, dan Sisanya tetap menjadi hutang.tidak akan mengeluarkan ijazah  atas nama HESTI dengan tunggakan sisa sebanyak 500 ribu rupiah lagi, kecuali membayar 200 ribu aja, dan Sisanya tetap menjadi hutang".

Endang Supardin " Kalimat tidak akan mengeluarkan ijazah  atas nama HESTI dengan tunggakan sisa sebanyak 500 ribu rupiah lagi, kecuali membayar 200 ribu aja, dan Sisanya tetap menjadi hutang " adalah pernyataan Iqbal namun saya akui tidak dilakukan perekaman namun  saya siap di konfrontir  ( Red)***