> Lahan Di Injak Perawatan Hilang Dana Terserap Lahan Halaman Nyaman

Lahan Di Injak Perawatan Hilang Dana Terserap Lahan Halaman Nyaman

author

Suara peradilan news

Share Post

Suara Peradialan News.com


Lebak, – Di Sinyalir kuat Menyoal kegiatan sekolah SDN Negri 3 Cijoro Lebak dengan adanya perawatan halaman sekolah dari angaran dana BOS reguler dilingkungan SDN Negri 3 Cijoro Lebak, Yayat Ruyatna Ketua Forum Komunikasi Lembaga Swadaya Masyarakat (FK-LSM) Kabupaten Lebak ikut angkat bicara. Senin 18 Oktober 2021.


Kepada media ini, Ketua Forum LSM Lebak menyayangkan penggunaan dana BOS di sekolah SDN 3 Negri Cijoro Lebak tidak melihat aspek urgensinya sesuai juklak juknis penggunaan dana BOS regular sebagaimana tertuang dalam peraturan menteri pendidikan dan kebuyaan nomor 6 tahun 2021.


“Saya sangat menyayangkan penggunaan Dana Bos oleh pihak sekolah SDN 3 Cijoro Lebak tidak mengacu kepada aturan yang ditentukan oleh Permendikbud nomor 6 tahun 2021, mestinya pihak sekolah harus melihat urgensinya, dalam penggunaan Dana Bos tersebut, karena saya melihat justru masih terlihat pada bagian atap sekolah yang blom dibperbaiki, juga bangunan SD yang temboknya sudah banyak yang keropos dan begitu juga pada kusen kayu yang sudah lauk dan kaca yang retak yang dapat membahayakan keselamatan siswa sewaktu – waktu, 
Seharusnya kepala sekolah lebih teliti lagi dalam membuat RKKS, kalau lapangan memang perlu tapi, tidak terlalu urgen buat apa harus di paksakan, yang lebih utama untuk keselamatan siswa.


Disamping itu penggunaan Dana BOS bukan untuk digunakan perbaikan bangunan tetapi untuk menunjang proses belajar mengajar dan perbaikan mutu dan kwalitas pendidikan, saya sarankan kepada para sekolah jangan seenaknya menggunakan Dana BOS, lebih baik digunakan untuk membantu para siswa yang kesulitan, misalanya' membeli kuota untuk belajar secara Online, karena akan lebih berguna daripada membangun lapangan upacara, ini bisa ada potensi Tipikor,” tutur Yayat Ruyatna ketika ditemui di kantornya dikawasan Plaza Lebak.

Namun apa yang dikatakan oleh Ketua Forum LSM Lebak sangat bertolak belakang dengan Pernyataan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak Abdul Malik ketika ditemui sejumlah awak media di ruangannya (18/10). Selaku Ketua Pelaksana di tingkat Kabupaten, ia berpendapat bahwa apa yang dilakukan oleh Kepala SDN III Cijoro Lebak sudah sesuai dengan juklak juknis pelaksanaan terkait penggunaan dana BOS untuk pembangunan halaman sekolah dengan menggunakan paving blok.

“Disebutkan tidak besaran nilai nominalnya, kan tidak, jadi itu boleh dilakukan asalkan semua kegiatan sudah terkaper dengan dana yang ada, yang jelas itu sudah menjadi rencana kegiatan sekolah dan melalui mekanisme rapat sekolah,” ujar Malik.


Sementara itu saat disinggung relevansinya kegiatan rehabilitasi 100 persen halaman sekolah dengan tata cara pengelolaan dana BOS yang tertuang dalam permendikbud nomer 6 tahun 2021 huruf h. yakni Pembiayaan pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah digunakan untuk pembiayaan dalam rangka perbaikan rusak ringan pada sarana dan prasarana sekolah yang meliputi perbaikan kerusakan komponen nonstruktural bangunan sekolah dengan ketentuan penggantian kurang dari 30 persen, sekretaris dinas yang juga suami dari Kepala sekolah SDN III Cijoro Pasir ini mengatakan semua sudah sesuai juklak juknis pelaksanaan.


“Kalaupun ada kesalahan tolong diingatkan, dan perlu diketahui juga, sekolah ini juga lagi mengikuti lomba terkait kerapihan dan kebersihan lingkungan sekolah,” pungkasnya. (Red)