> KLB Gelar Audensi ke DPRD Mengenai Keluhan Warga Cluster Jati Putra Cibunar Tarogong Kidul VS PDAM Garut

KLB Gelar Audensi ke DPRD Mengenai Keluhan Warga Cluster Jati Putra Cibunar Tarogong Kidul VS PDAM Garut

author

suaraperadilannews.com

Share Post

 


Garut Suara Peradilan News

Asfirasi Warga Perum Cluster Jati Putra desa Cibunar kecamatan Tarogong Kidul kabupaten garut, rupanya mendapat tanggapan serius dari berbagai elemen  , yang dimotori oleh koalisi lembaga bersatu atau lebih dikenal dengan sebutan (KLB) .

Audensi KLB yang diterima oleh Komisi tiga DPRD garut, berjalan aman lancar, sesuai jadwal  serta tetap menerapkan prokes.

Hadir pada acara ini ketua KLB garut Iskandar dan kordinatornya Egis serta Rekan pengurus beberapa lembaga swadaya lainya diantaranya dari Bergerak Andri dan sekjennya Ade sawali, dari Bakti pemuda Andrianto, dari GMPK yosep. 

Acara yang digelar di Ruangan komisi 3 ini mulai pukul 10.oo wib rabu 08/09/21, di terima oleh  komisi 3 DPRD oleh wakil ketua komisi tiga yusup musyaffa Lc, dan sekretarisnya Syamsudin SE.Msi, beserta anggotanya dengan peserta termohon Auden yaitu Direksi PDAM garut yang diwakili oleh Dirnis PDAM Gugun serta di dengar keteranganya pihak pengembang cluster jati putra cibunar H.Idon.



Seperti telah diketahui sebelumnya dan sempat Viral di beberapa media cetak dan online bahwa folemik yang terjadi di perum cluster jati putra yang berlokasi di wilayah desa cibunar kecamatan Tarogong kidul ini yaitu, permasalahan yang sangat Urgent dalam kehidupan manusia yaitu AIR, beberapa folemik yang terjadi ketika Tata kelola serta management PDAM itu sendiri disertai adanya dugaan oknum lembaga yang memboncengi permasalahan air serta merta munculnya 2 kwitansi pembayaran tagihan AIR yang ditanda tangani oleh Oknum PDAM serta hanya memakai kwitansi biasa yang dirasa konsumen / warga cluster jati putra diragukan keabsahanya.

hal ini diterangkan ketua Rt.05 Rw.07 di cluster jati putra yaitu Usup, dalam keteranganya di hadapan peserta audent menerangkan bahwa kami mewakili 49.warga cluster jati putra merasa kecewa terhadap Tata kelola PDAM yang merupakan   bagian dari BUMD PEMKAB garut ini, mengapa bisa terjadi seperti ini, padahal kami membeli rumah di cluster jati putra ini tentu dengan pasilitas  yang layak huni dan kebutuhan AIR bersih yang cukup, ini semenjak 7 bulan ke belakang kebutuhan Air di cluster jati putra mengalami ketersendatan bahkan kami dan beberapa warganya sempat mencari air keluar rumah  atau membeli per tangki, kesini sininya agak lancar karena kami ikut membantu biaya operasional instalansi PDAM seperti yang tertera di kwitansi dengan harapan agar kebutuhan Air supaya lancar, eh malah setelah Abodement pembayaran yang dibebankan pada 49 warganya sebesar 45.000 / bulan yang dibayarkan pada oknum PDAM tersebut malah muncul lagi tagihan Resmi dari PDAM, jadi ada apa sebenarnya..?, ujar Usup.


Terkait folemik permasalahan Air yang berlarut larut di Cluster jati putra ini, H.Idon selaku pengembang dengan keteranganya bahwa pertanggung jawaban selaku pengembang sudah di tempuh sesuai protap tentang hal sarana dan prasarana begitupun instalasi sarana air bersih untuk warga penghuni cluster Jati putra ini, bahkan sebelumnya juga telah membangun pengeboran Sumur bor Artesis untuk memenuhi akan kebutuhan air warga penghuninya sebelum ada kesepakatan dengan pihak PDAM menyangkut teknis penyambungan instalasinya, bahkan pernah membayarkan sejumlah Dana operasional untuk penyambungan instalasi sebesar 20.juta, dan memang ada keluhan warga penghuni tentang tersendat sendatnya arus instalasi karena debit airnya yang kurang, juga adanya penagihan atau pungutan  oleh  oknum PDAM, itu mutlak bukan ranah kami selaku pengembang, yang kami ketahui pada saat ini, instalasi air PDAM untuk warga cluster jati putra mengalir, adapun harapan yang disampaikan oleh ketua Rt.05 bpk Usup yaitu tata kelola dan teknis pembayaran, karena kok setingkat PDAM merupakan BUMD milik pemkab garut, masa tagihan airnya melibatkan pengurus Rw/Rt dengan sistem Abodement, yang di duga Uang tersebut di setor kemana, pungkasnya.

Sampai berita ini diturunkan belum ada hasil kesimpulan yang di dengar oleh komisi tiga DPRD garut, akan menganalisa dulu benang kusutnya dimana, juga akan melaporkannya kepada ketua DPRD sebelum  diturunkanya Nota dinas, hanya meminta pihak PDAM menindaklanjuti permasalan Air di Cluster jati putra ini sesuai protap dan profesional dalam tata kelola juga Managementnya.

Liputan : ( Endang Supardin )