> Kepala Sekolah SDN Mangkurakyat 5 Cilawu Garut di duga Tak Paham tentang Lambang Negara juga Lecehkan jurnalis.

Kepala Sekolah SDN Mangkurakyat 5 Cilawu Garut di duga Tak Paham tentang Lambang Negara juga Lecehkan jurnalis.

author

suaraperadilannews.com

Share Post





Garut Suara Peradilan News. Berawal dari pantauan awak media  yang sedang melintas di jalan poros mundjul - ngamplang 16/09/21, terlihat di ( Tiang Bendera Pusaka Merah Putih kusam dan Robek robek masih berkibar ) ini terjadi di SDN mangkurakyat 5 desa mangkurakyat Kecamatan cilawu Kabupaten garut. 

Hal ini di duga seolah olah adanya pembiaran dan dianggap sepele oleh pihak sekolah, juga tidak ada yang peduli untuk mengganti bendera tersebut dengan yang baru, tercermin jiwa patriotismenya mana, apalagi untuk seorang PNS/ ASN .

Awak media yang mengunjungi ke sekolah di maksud dan bertemu langsung dengan kepala sekolahnya, yang bernama hj.Nonok S.pdi terkait konfirmasi mengenai masih berkibarnya bendera pusaka merah putih yang sudah lapuk, usang, kusam dan robek compang camping .



Dalam keterangannya KS yang di duga terkesan tidak ramah menerima kunjungan awak media ini, memberikan keterangan yang sangat tidak pantas di ucapkan, padahal awak media ketika berkunjung selalu mengedepankan tatakrama dan kode etik jurnalis sebagaimana diatur oleh undang undang no 40  tahun 1999 tentang Pers.  

Bahkan ( KS ) SD mangkurakyat 5 malah menantang media mempersilahkan silahkan saja dipublikasikan juga, dan atas kelaleanya, silahkan wartawan mau dibawa kemana juga permasalahan ini ujar KS, yang terekam dengan bukti rekaman suara, yang memang pada akhirnya minta maap atas kehilapannya dalam tutur kata yang menyinggung inshan pers ketika menjalankan tugasnya.

Perlu dipahami inilah perundang undangan negara RI tentang lambang negara dan pelangarannya bagi siapa saja yang  melanggarnya, dalam pengibaran bendera pusaka merah putih yang sudah kusam dan sobek diancam pidana,  Ancaman pidana itu diatur dalam Undang-Undang RI Nomor 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara sesuai Pasal 24 huruf c yang isinya mengibarkan bendera negara yang Rusak, Robek, Luntur, Kusut Atau kusam maka dapat dipidana paling lama setahun atau denda paling banyak 100.000.000  ( seratus juta rupiah ).

Namun undang-undang tersebut diduga terkesan seolah-olah tidak dipahami oleh (KS) mangkurakyat 5  bahkan  ketika di wawancarai awak mediapun terlihat tidak memenerapkan protokol kesehatan, (KS) tidak memakai masker jadi baagaimana dengan siswa anak didiknya, apalagi proses kegiatan belajar mengajar pembatasan tatap muka ini baru dimulai, yang aturannya telah di intruksikan oleh pemerintah. 

Liputan : Endang.Supardin