> Dugaan Kuat Penggelapan Dana KIP dilakukan Kepala Sekolah SMPN 02 Pakenjeng Kabupaten Garut

Dugaan Kuat Penggelapan Dana KIP dilakukan Kepala Sekolah SMPN 02 Pakenjeng Kabupaten Garut

author

suara peradilan news

Share Post



GARUT,suaraperadilannews.com- Dugaan penggelapan KlP diduga di lakukan oleh oknum Kasek berinisial E, Selain itu juga dinsinyalir ada pemufakatan jahat bersama-sama dengan Staff TU nya di SMPN 02 Pakenjeng Kab.Garut. 


Hal tersebut diungkapkan salah seorang Orang tua murid SMPN 02 tersebut. Menurut salah seorang Orang tua murid mengatakan, Bukan yang ke sekalinya tapi hal tersebut pernah juga terjadi terhadap saudaranya yang anaknya sama-sama yang mendapat bantuan KIP tersebut. 


"Salah satu siswa tersebut  merupakan penerima Program Indonesia Pintar sejak tahun 2019, Namun hingga saat ini hanya menerima Dana bantuan tersebut dua kali pada tahun 2019".


Disampaikan orang tua murid kepada awak media yang mengatakan, Bahwa untuk bantuan  KIP tersebut senilai Rp.750.000, Namun dipotong Rp.250.000 dan baru menerima dua kali yaitu pada Bulan   Rp.500,000,dan pada Bulan    Rp.500.000, Sementara penerima KIP lainnya selain buku rekenignya dipegang sendiri pencarairan pun sudah beberapakali.


Namun pengakuan orang tua murid tersebut cuma hanya dikasih uang dan menandatangani saja, Tanpa diberikan buku rekeningnya serta tanpa mengetahui pencairannya oleh siapa.


Orang tua murid menginginkan buku rekening tersebut diserahkannya, Namun sejak dari 2019 belum diserahkan juga kepada orang tua murid yang anaknya tersebut merupakan selaku penerima manfaat dari program bantuan tersebut. Sementara buku rekeningnya berada di Kepsek SMPN 02 Pakenjeng berinisial E tersebut.


Selanjutnya dilakukanlah beberapa kali konfirmasi kepada E (Kepsek) perihal buku rekening KIP tersebut agar diserahkan, Tetapi E ini selalu berkelit dengan berbagai alasan sakit juga mengatakan buku rekening ada di Bank, hal ini semakin menguatkan bahwa E ini sengaja mendelay, Diduga hal itu dimungkinkan untuk tidak tercium kebusukannya.


Setelah didesak E mengatakan, Bahwa buku rekenig tersebut akan diserahkan kepada orang tua muridnya, Namun yang diserahkan bukan buku rekeningnya tapi kartunya saja. Dari sini sudah  menjadikan sebuah praduga, ada apa dengan semua itu.


Oleh sebab itu pihak orang tua wali murid akan mengkroscek ke pihak Bank, guna membuktikan kebenaran apa yang dikatakan oleh Kasek E tersebut.

(Endang .s /Tim).