> Atas mangkraknya Pembangunan GOR DESA Para Tokoh Warga Desa Mekarsari Bayongbong Garut Siap Bongkar Dugaan Penyelewengan Anggaran Dana Desa

Atas mangkraknya Pembangunan GOR DESA Para Tokoh Warga Desa Mekarsari Bayongbong Garut Siap Bongkar Dugaan Penyelewengan Anggaran Dana Desa

author

suaraperadilannews.com

Share Post
Garut Suara Peradilan News
Beberapa Tokoh warga desa mekarsari kecamatan Bayongbong kabupaten garut, siap bongkar dugaan penyelewengan anggaran yang bersumber dari DANA DESA, BANKEU BANPROV dan Pelaksanaan Bumdes piktip.
Menyikapi kontalasi politis pasca pilkades serentak 2021, sebagaimana diketahui bahwa hasil perolehan suara terbanyak di pilkades mekarsari adalah H.Dadang dengan nomor urut 2, jadi dengan demikian di mungkinkan calon kades terpilih akan dilantik sesuai jadwal percepatan pelantikan yaitu tanggal 27/07/21, di rencanakan bertempat SOR CIATEUL garut. Untuk kali ini juga menurut para tokoh masyarakat dari warga desa mekarsari, tidak menutup kemungkinan ada batu sandungan atau Arwah Penasaran yang diduga siap menghalangi pelantikan dimaksud. Hal ini disampaikan oleh 3 orang perwakilan tokoh masyarakat, yang lagi SILWADES MEKARSARI ( silaturahmi warga desa Mekarsari ) bertempat di jalan raya cibodas - simpang wilayah desa Mekarsari bayongbong garut. Dalam keterangannya salah satu tokoh masyarakat, sebagai pembuka perbincangannya dengan awak media Suara peradilan news, 24/07/21, mengatakan bahwa sebenarnya kami disini sedang menyimpulkan agenda untuk gerudug kantor Inpektorat garut yang akan dilanjut ke kantor kejaksaan negeri garut, tapi KAMI masih taat terhadap PPKM DARURAT yang diperpanjang lagi. Adapun Agenda yang akan kami pertanyakan, sesuai fakta dan data Laporan pertanggung jawaban pengguna Anggaran Pemdes mekarsari, atas mangkraknya tidak selesainya GOR DESA MEKARSARI, berlokasi di kp cijeulereun Rt 01 Rw 05 desa mekarsari kecamatan bayongbong garut yang menghabiskan anggaran sekitar 800 juta, menurut data hanya di realisasikan sekitar 360 juta, begitupan dengan penyertaan modal BUMDES sekitar 100 juta, dari anggaran DD TAHUN 2020 dan banyak lagi dugaan dugaan penyelewengan yang tidak adanya tranfaransi keterbukaan publik, sehingga kami sudah sepakat untuk datang ke instansi terkait juga institusi terkait, ujar tokoh masyarakat yang saat ini belum bersedia disebut namanya, tapi siap bersaksi di Meja hijau ungkapnya penuh semangat.
Untuk itu kita teringat Pribahasa KASUS TIDAK BURUK DIGANTUNG, jadi kami terus mengumpulkan data data yang akurat, untuk menjerat Oknum kades dimaksud dalam mengungkap kebenaran dan pencerahan kepada warga desa ( stop dibodohi ) juga kebetulan ada putra daerah bayongbong yang bekerja di BPK RI, jadi tidak ada salahnya kami akan berkomonikasi dan berkordinasi juga menyangkut anggaran ( ADD, DDS dan lainya di TA 2019/ 2020 ) pungkasnya. (Endang.S/kaperwil jabar)