> Akankah Terulang Warga Desa Mekarsari Bayongbong Garut Mencekam Lagi

Akankah Terulang Warga Desa Mekarsari Bayongbong Garut Mencekam Lagi

author

suaraperadilannews.com

Share Post
Garut Suara Peradilan News
Kemelut yang masih terjadi di desa mekarsari kecamatan bayongbong kabupaten garut, Rupanya mendapat tanggapan dari berbagai tokoh masyarakat dan para Alim ulama garut, salah satunya Ceng Mujib, dan juga angkat bicaranya pimpinan ponpes salaman fauzan 3 KH.Abdul Wahid. Demikian cuplikan ungkapan yang disampaikan keluarga besar paguyuban warga desa mekarsari yang disampaikan Bangbang, ketika menerima kunjungan awak media Suara peradilan News 24/07/21, di kediamanya di kp.dangder Rt 03 Rw 07 ds. mekarsari bayongbong. Dalam keteranganya Bangbang mengungkapkan bahwa pasca Perjuangan dari bakal calon kades sampai Calon kades bahkan saat terpilihpun H.DADANG masih di Obok obok, maka dengan ini kamipun akan melakukan perlawanan sekuat tenaga, ungkap Bangbang dengan Geram, bahkan Warga Desa Mekarsari Ancam Demo Besar Besaran Apabila H. Dadang Tidak Dilantik. Pantauan dilapangan sejak awal proses Pemilihan Kepala Desa Serentak 2021 Desa Mekarsari diawali protes dari pendukung Cakades H. Dadang, pasalnya PPKD tidak meloloskan H. Dadang sebagai Calon Kepala Desa. melalui proses gugatan yang dilakukan Kuasa Hukum Risman. SH akhirnya H. Dadang lolos sebagai calon Kepala Desa, dan ternyata setelah proses Pilkades diselenggarakan H. Dadang dapat mengungguli incamben terpilih sebagai Kades Desa Mekarsari.
Walau H. Dadang sudah terpilih, namun proses gugat menggugat diri pihak Cakades incambent yang kalah masih berlangsung, sehingga H. Dadang terancam tidak dilantik pada 27 Juli mendatang. Melihat panasnya kontalasi politik dilapangan, disampaikan Ketua Tim Pemenangan H. Dadang kepada media Sabtu 24 Juli 2021, katanya, " Masyarakat Desa Mekarsari siap lakukan demo besar besaran apabila Kepala Desa Terpilih (H. Dadang tidak dilantik) tegasnya.
Hal ini juga di terangkan ketua Team Sukses, Yayan bahwa sangat menyayangkan akan hal ini dengan mengemukakan bahwa, agenda demo yang santer akan dilakukan BPD Desa Mekarsari Bayongbong ke BUPATI, sebelumnya BPD melakukan audien ke pihak Kecamatan dan diterima pihak Kecamatan ( 14/7 ) hari Rabu, yang hadir diantaranya Ust. Rudi, kusnadi, Asep, Rina, Titin Moch Nurhakim, yang ingin mengajukan pengunduran acara pelantikan H. Dadang diterima oleh Drs Jajang menuturkan bahwa ini bukan Ranah kami seharusnya langsung ke Bupati, ujarnya. Yayan pun menuturkan kenapa pihak oknum pelapor yang menyuruh ormas melaporkan hal SKPI setelah acara pesta rakyat ini selesai dengan sesuai aturan, kenapa tidak dari awal pihak pelapor tidak mendemo Panitia PPKD dan Panitia Sub Pos Kecamatan ini kan sudah jelas menurut Hukum SKPI H DADANG, ini syah dan ada kekuatan hukum makanya di tandatangani dan di cap kemenag Garut, ujarnya. Kami tidak terima apabila H Dadang tidak di lantik, kami akan lakukan gugatan Hukum dan Demo besar besaran baik itu ke Panitia PPKD, Panitia Kecamatan, DPMD, KEMENAG dan BUPATI ". Lanjutnya, dengan kejadian ini Kami masyarakat pun sebenarnya tahu siapa yang " MEMBAYAR " pejuang pejuang bayaran tersebut, bahkan menurut informasi yang kami dapat pembayaran untuk menggulingkan H. Dadang supaya tidak di lantik belum lunas alias di anjuk, terangnya. Yayan menanggapi, biarlah pihak berwajib yang akan mengungkap niat busuk dari oknum provokator yang sudah mengadu domba dan membuat resah masyarakat Desa Mekarsari, dan sudah mencemarkan institusi Kemenag dan Panitia Pemilihan Panitia Kabupaten, kami berharap kepada pihak Aparat Penegak Hukum bertindak cepat sebelum terjadi masalah lebih besar lagi di Desa Mekarsari, siapapun orangnya yang melawan hukum ditindak dengan tegas, pungkasnya. (** Endang.s/Tim **)